Langsung ke konten utama

Postingan

A Better Indonesia is in The Making (Published on Jakarta Post, 2016)

I never thought I would wake up one morning in the digital age hearing the news that a Catatan Si Boy (a 1980s cult movie) remake would be aired on television, Warkop DKI Reborn (a 1980s comedy group) would be screened in cinemas, Blink 182 were topping the charts in the United States and the Pok√©mon Go game had become a worldwide hit. Do we really live in 2016? This retro phenomenon does not stop there; in everyday life we can find a variety of gimmicks reappearing, from fashion items and songs, to foods, to food that was popular two to three decades ago. Strictly speaking, this phenomena can be seen in the younger generation to so-called millennials. They now tend to like the same things that the baby boomer generation once did. What is actually happening here? The rapid development of technology and social media may not be able to answer this question. The foundations of an answer to this question do not necessarily lie in technology, but in the human psyche. Considering the evolu…
Postingan terbaru

Generasi Langgas (millenials Indonesia) dari Kelas 'Lower Tier' (SES C)

Pemuda dari kelas lower tier atau yang biasa dikenal dengan kelompok rural adalah segmen pemuda yang paling kohesif dan kolektif. Mayoritas dari mereka adalah komuter yang tinggal di daerah sub-urban dan berasal dari keluarga perantau. Tak sedikit dari pemuda yang berasal dari segmen ini hanya mengenyam enam tahun pendidikan dasar. Namun, demikian pemuda yang berada pada kondisi sulit ini kerap memiliki pandangan yang sangat optimistik terhadap masa depan, mereka percaya keberuntungan suatu saat akan berpihak kepada mereka.

Penggunaan Media Sosial
Sedikit berbeda dengan pemuda dari kelompok ekonomi menengah keatas, para millenials dari kelas C masih sangat memperhatikan konten-konten dari televisi. Berbagai dinamika dan gejolak kultur pop dari televisi menjadi diskursus harian dari lower tier millenials. Kelompok ini juga tak kalah cepat dalam mengadopsi teknologi mobile serta penggunaan sosial media. Hanya perbedaanya terletak pada penggunaannya dimana mereka lebih banyak melakukan se…

HOW TO STUDY GENERATION X, Y, AND Z

In 2009 i founded,Youthlab is the first factory and repository of youth insight in indonesia. compromised of multi-talented youths of various background, the research and consulting company helps corporations and organizations create precious connection with the fickle yet precious market segment.Through contemporary methodological approach we help you create a dialogue-collaboration with the youths of Indonesia in the most efficient manner. Now we are entering our 8 years of work in the fields of youth and generations research. I want to share with you some key points on how to engage and inquire insights from the new generations (generasi langgas) in Indonesia. Here are among the few:





1.“Create discussion  not  interrogation”, Average Indonesian youth tend to be introvert, they  are not open about their personal lives in a face-to-face encounter but  in contrary  open about it on social media. This is because social media is a catharsys  medium for them. Then,  in doing interview with…

How Indonesian Youth Rediscover Islam Through Culture

It turns out that being cool for a young Indonesian boy has a very different meaning today. This was discovered by a research institute that I manage — Youth Laboratory Indonesia.

Through ethnographic research conducted intensively since 2009, we found a deep interest from young Indonesians in a variety of popular global trends, where our young people tend to be more reflective and arguably more religious than their predecessors. 

This sounds surprising, especially if we look at behavior in their daily lives, which is increasingly liberal and secular. 

However, behind it, they secretly seek spiritual meaning. In one of the interviews, a young gentleman between 20 and 25 years old had an interesting answer to the question, “What does cool mean to you?”

The answer was praying five times a day or being devoted to your parents. I was very surprised at first, then tried to drill deeper, suspicious that the answer was just camouflage, given because it was perceived as being socially desirable i…

Budaya dan Tren Anak Muda Medan: sebuah potensi besar

beberapa pekan lalu saya berkesempatan untuk melakukan riset kedua kalinya di kota Medan,  kalau dahulu untuk menelisik aspirasi anak muda mengenai sepakbola kali ini saya bertolak untuk menggali archetype sebuah generasi,  riset ini bertajuk #millenialssurvey.
ternyata Medan telah mengalami beberapa perubahan dalam konteks youth culture sejak dua tahun sebelumnya saya kunjungi.  Hal itu terlihat dari geliat wirausaha kreatif,  hobby fotografi serta komunitas mural art yang bagi saya cukup mencolok.
Dalam dua ranah yaitu fotografi dan  mural saya berani berkata bahwa anak muda Medan tidak kalah dengan kota kota lainnya. Namun, aspirasi yang saya tangkap menunjukkan bahwa aspek kemampuan interpersonal menjadi bottleneck utama.  pertama adalah skills untuk menjual diri atau personal branding yang kerap menutupi bakat dan potensi yang luar biasa dari anak anak Medan. Kedua,  tidak adanya wadah lintas komunitas dan wirausaha kreatif yang membuat perjuangan masing masing ranah berjalan la…

Tafsir Durkheim Terhadap Kegemaran Posting Quotes Para Millenials

Sosial media bagi generasi muda Indonesia saat ini tidak hanya media untuk berkomunikasi tetapi juga menjadi alat untuk menunjukkan eksistensinya. Keaktifan mereka di sosial media ditandai dengan semakin banyaknya “friends” dalam path atau follower pada twitter dan instagram. Selain itu dengan seberapa banyak mereka memposting konten di sosial media.
Aktivitas di social media generasi muda Indonesia dikuatkan oleh, data mengenai pengguna media sosial di Indonesia dikeluarkan oleh We Are Social Agustus 2015. Data tersebut menyatakan bahwa pengguna media sosial aktif kini mencapai 2,2 miliar, sedangkan pengguna mobile mencapai 3,7 miliar. Pertumbuhan yang paling signifikan ditunjukkan oleh pengguna yang mengakses media sosial melalui platform mobile. Facebook masih menjadi media sosial yang paling banyak digunakan dengan angka mencapai hampir 1,5 miliar.
Yang menarik untuk dilihat adalah apa yang mereka “posting” melalui sosial media karena ini berkaitan erat dengan strategi marketing dan…

Testimonial on Youth Laboratory Indonesia

Setelah berjalan hampir 6 tahun, berbagai eksplorasi dan petualangan telah kita lakukan, teman-teman baru kita dapatkan. Berikut testimoni mereka tentang warung kecil bernama Youth Laboratory Indonesia. Biro riset yang bercerita tentang anak muda indonesia secara utuh!: •RT @Outstandjing: @faisal_sii @Youthlab_indo Research agency with clear vision, kudos! (Imam Wiratmadja works at Narrada Agency) •RT @PatrickSearle: @Youthlab_indo Deus. Love their philosophy and love their authenticity (Previously worked at Ogilvy Indonesia) •RT @KizkyNoor: Gw baru baca tweetnya @Youthlab_indo tentang pandangan anak2 muda terhadap politik :) dan gw suka banget !!! (Founder Kita Berkarya Movement) •RT @solitiol: Never wonder being a researcher is a prestigious job until I found @Youthlab_indo. (Solita Tiolina now works at Lego Education Hongkong) •RT @Anggunintan: Enknya krja d@Youthlab_indo: nmbh tmn, bhkan masih keep in touch sama responden2 yg dlu asal ditangkep di jln bwt wawancara (Anggun Intan …